Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

Berolah ragalah untuk sholatmu, puasamu, jihadmu, hajimu


Ajaran Islam ternyata begitu jelas, lengkap dan sempurna dan itu bukti islam sebagai rahmatan lil aalamin. Termasuk dalam bidang berolahraga saja ternyata di sarankan /di rekomendasikan  oleh Nabi Muhammad SAW seperti berolahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan sebagainya. Jadi ummat Islam jangan malas berberolahraga ,karena nanti saat daulah khilafah tegak dan seruan jihad di kumadangkan, maka om –om yang shaleh khususnya ikhwan muslim wajib untuk bergabung dalam barisan daulah  dan itu semuanya membutuhkan fisik yang sehat ,fit dan prima, tidak loyo, letih,lesu, lelah. Selain fisik yang kuat untuk melaksanakan kewajiban lainya misalkan bekerja mencari nafkah , ibadah haji, ibadah sholat ,ibadah puasa.


Bahkan Allah sebetulnya menyukai mukmin yang kuat. Oleh di karenakan itu, berolahraga itu perlu.‎


“Kesehatan adalah mahkota tak terlihat, dan tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya, kecuali mereka yang sakit.”


Pepatah Arab tersebut benar adanya. Kita wajib mensyukuri  nikmat  kesehatan. Sehat adalah nikmat, namun banyak orang mengacuhkan, dan baru  sadar saat tubuh ambruk terbaring di atas  kamar rumah sakit atau cuti sakit terbaring di rumah. Kesehatan menjadi sesuatu yang sangat mahal, bahkan tak bisa dibeli dengan uang, dan akan terasa saat kita masuk rumah sakit dengan biaya yang tak habis-habisnya untuk biaya pengobatan rumah sakit. Maka, pola hidup sehat wajib senantiasa  menjadi kebiasaan seorang muslim akil baligh. Dengan tubuh sehat, seseorang lebih banyak ibadah dan khusyuk dalam beribadah kepada Allah. Tak terkecuali para wanita muslimah yang harus prima mengurus rumahnya, mengurus suaminya, mengurus anak-anaknya

Banyak dari orang-orang lebih sering membahas poligami, membahas suburnya perempuan, kecantikan fisik, tapi sedikit sekali yang mau membahas tentang kesehatan fisik wanita muslim, dimana mereka bekerja sebelum para suami anak –anak mereka bangun tidur dan masih bertahan saat anak2 dan suami mereka sdh tidur pulas .

Lalu pesan apa yang semestinya ditangkap para muslimah tentang kehidupan sehari-hari mereka? Secara umum, segenap wanita muslim diberitahu agar menetap di dalam rumah mereka yang menjadi tempat terbaik dan paling aman, tanpa diragukan lagi. Banyak muslimah yang tinggal di apartemen-apartemen atau perumahan, namun mereka mengabaikan kesehatan tubuh mereka.

Maka banyak dari mereka yang malas untuk beraktivitas, makan dan minum berlebihan, duduk berjam-jam di depan televisi dan internet. Hingga muslimah kadang identik dengan kemalasan, tubuh gemuk, doyan ngemil, dan lainnya.

Jika para muslimah tidak memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan berberolahraga, maka mereka akan terjebak dalam kehidupan tidak sehat semisal ketidakteraturan makan, atau makan berlebihan, anorexia, dan bulimia (kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus).
Berolahraga dalam pom tantengan islam dan kedokteran erat kaitannya dengan kesehatan jasmani atau kesehatan tubuh. Faktor yang dapat melahirkan manfaat, yang telah dile­takkan oleh Islam dalam upaya mendidik individu-individu masyarakat yang berhubungan dengan jasmani, membentuk kesehatan­nya, dalam mengisi waktu kosong dengan aktivitas jihad, latihan militer, dan latihan berolahraga. Setiap kesempatan yang memung­kinkan, dalam situasi dan kondisi yang sesuai, dipakai untuk keperluan tersebut.

Ini semua di karenakan Islam dengan prinsip-prinsip yang toleran, ajaran-ajaran yang luhur, menghimpun dalam satu waktu antara kesungguhan dan hiburan yang sehat, menghubungkan antara kebutuhan ruhani dan kebutuhan jasmani. Islam memperhatikan pendidikan jasmani atau kesehatan dan perbaikan ruhani secara bersama-sama.

Sang anak, lebih baik mendapatkan perhatian persiapan kesehatan atau pembentukan jasmani. Bahkan lebih baik mengisi waktu kosongnya dengan segala aktivitas yang memberikan ke­sehatan, kekuatan dan semangat dalam bentuk berolahraga. 

Dan ini dimaksudkan untuk:

Mengisi kekosongan waktu yang banyak
Sebagai langkah preventif atau pencegahan dari segala penyakit.‎
Membiasakan sejak kecil terhadap latihan berolahraga dan aktivitas jihad.
Berikut ini sebagian nash-nash syari'ah dalam Islam terhadap pendidikan berolahraga, persiapan militer, agar orang-orang yang berakal sehatmengetahui bahwa Islam adalah agama Allah yang universal dalam dakwah untuk sarana kemuliaan, kekuatan dan persiapan jihad

Allah berfirman:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu meng­getarkan musuh Allah. (Q.S. 8:60)

Berikut ini adalah beberapa hadits mengenai beberapa jenis berolahraga pilihan yang dianjurkan dalam islam

Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda:

اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اﷲِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ ٠

"Orang Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah".

Ath-Thabrani, dengan sanad jayyid meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda:

كُلُّ شَىْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اﷲِ فَهُوَ لَهْوٌ أَوْ سَهْوٌ إِلاَّ أَرْبَعَ خِصَالٍ ׃  مَشْيُ الرَّجُلِ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ ﴿لِلرَّمْيِ﴾ ، وَتَأْدِيْبُهُ فَرْسَهُ، وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ ، وَتَعْلِيْمُهُ السِّبَاحَةَ ٠

"Segala sesuatu yang bukan dari dzikir kepada Allah adalah permainan yang melalaikan atau melupakan kecuali empat perkara. Berjalannya seseorang antara dua tujuan (untuk) memanah,berlatih menunggang kuda, bercumbu rayu dengan istrinya, dan mengajarkan renang/belajar renang".

Muslim dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. mambaca firman Allah "wa a'iddu lahum mas tatha'tummin quwwah", kemudian beliau berkata:

أَلآ اِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ ٬أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ ٬  أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ ٠

"Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah mema­nah. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah".

Amiru '1-Mu'minin Umar bin Khaththab ra. menulis kepada para gubernur tentang Hadits Rosululloh SAW sebagai berikut:

أَمَّا بَعْدُ فَعَلِّمُوْاأَوْلاَدَكُمْ الرِّمَايَةَ وَالسِّبَاحَةَِ وَرُكُوْبَ الْخَيْلِ٠

"Amma Ba'du. Ajarilah anak-anak kalian memanah, renang dan menunggang kuda. ..."

Ketiga Dawuh Nabi tersebut mempunyai Makna yang dalam sebagai berikut;

Panahan adalah berolahraga yang menggunakan busur dan anak panah yang dilontarkan. Berolahraga ini membutuhkan ketepatan dan ketangkasan dalam menembakkan anak panah. Mengapa Islam mensunahkan berolahraga ini? Di karenakan memanah memberikan manfaat bagi penggunanya. Seperti: melatih konsenterasi, kesabaran, dan ketepatan sehingga memudahkan untuk mengontrol diri kita. Selain itu, memanah juga berguna ketika tersesat di alam liar. Dan dengan hanya menggunakan panah kita dapat bertahan hidup dengan cara mencari hewan buruan. Dan pada masa lalu, ketika perang masih bergejolak dalam syiar Islam, panah adalah senjata yang efektif.
Berenang adalah berolahraga yang dilakukan dengan cara menggerakkan tubuh secara terkoodinasi sehingga kita dapat dapat melayang dan bergerak di air. Berenang merupakan salah satu berolahraga yang digemari di masa globalisasi ini. Dengan berenang kita dapat mendapatkan manfaat. Yaitu, memperkuat seluruh otot kita sehingga kita tidak akan mudah lelah, melatih sistem pernafasan, dan kita wajib bersyukur di karenakan kita masih masih diberi nafas oleh Allah SWT. Dan jika dapat berenang, kita menyelamatkan diri ketika terjadi kecelakaan di air. Sehingga kita masih dapat bertahan hidup dan masih bisa melanjutkan ibadah kepada Allah.

Berkuda adalah aktivitas berjalan dengan menunggangi kuda. Dalam berolahraga ini, dibutuhkan keberanian, dan keseimbangan dalam mengontrol kuda yang kita tunggangi.Berkuda mempunyai banyak manfaat, diantaranya melatih kita untuk bersahabat dengan makhluk lain, dan berarti kita juga memperlakukan makhluk lain dengan dengan tidak menyiksanya. Yang kedua, menguji keberanian kita. Selain itu dengan berkuda berarti kita telah menjalankan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ketiga berolahraga di atas juga disebutkan dalam dalam sebuah hadist yang berbunyi: "Ajarilah putra-putramu  memanah, dan berenang." (HR. Ath-Thawawi). Sedangkan berkuda adalah berolahraga yang dianjurkan Rasullullah, di karenakan beliau bersabda: "Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta, panah, atau kuda.” (HR. Ahmad dan Tiga Imam). Dan menurut hadist lain: “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah." 

Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk malas berberolahraga. Di karenakan dengan berberolahraga berarti kita telah menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga kita semakin kuat untuk beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, dengan berberolahraga kita telah menjalankan sunnah Rasulallah SAW.

Asy-Syakani meriwayatkan: Bahwa Rasulullah saw. mengizinkan orang-orang Habasyah bermain tombak di masjid Nabawi yang mulia, dan mengizinkan kepada istrinya, Sayyidah A'isyah untuk melihatnya. Ketika mereka sedang asyik bermain tombak itu, tiba-tiba datanglah Umar. Ia memungut batu kerikil, kemudian dilemparkannya kepada orang-orang Habasyah tersebut. Maka Rasulullah saw. berkata, "Biarkanlah mereka, ya Umar".

Ahmad bin Al-Bukhari meriwayatkan:

Bahwa Rasulullah saw. lewat di tempat sekelompok orang yang telah masuk Islam, sedang berlatih memanah di pasar. Maka Rasulullah saw. berkata kepada mereka, "Lemparkanlah busur (panahlah) wahai anak cucu Ismail, di karenakan sesungguhnya ayah kalian adalah seorang pemanah. Panahlah, dan aku bersama de­ngan Bani Fulan". Salah satu kelompok kemudian menghenti­kan latihan memanahnya. Maka Rasulullah saw. bertanya, "Ke­napa kalian tidak memanah?" Mereka menyahut, "Bagaimana kami akan memanah sedang engkau bersama mereka?" Maka Rasulullah saw. bersabda, "Panahlah, dan aku bersama kalian semuanya".

Ahmad bin Abu Daud meriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata: "Saya berlomba lari dengan Rasulullah saw. Beliau mendahuluiku, lantas saya kejar sehingga mendahuluinya. Dan setiap lomba saya selalu unggul, hingga badanku menjadi gemuk. Maka, ketika berlomba lagi Rasulullah saw. yang unggul. Dan beliau berkata, "Om tante kalah di karenakan dagingmu itu".

Abu Daud meriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Rukanah:

"Bahwa Rukanah bergulat dengan Rasulullah saw., maka beliau dapat mengalahkannya".

Dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

اُرْمُوْا وَارْكَبُوْا ٬ أَنْ تَرْمُوْا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوْا ٠

"Memanah dan menunggang kudalah kalian, dan memanah adalah lebih baik dari menunggang kuda".

Ahmad dan Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas ra. ia ber­kata:

"Rasulullah saw. mempunyai unta betina yang diberi nama Al-'Udhba, dan unta tersebut tidak dapat dilombakan. Maka, datanglah seorang Badawi dengan menunggang unta yang masih muda, hingga ketika berlari mengungguli unta Rasulullah saw. Dengan demikian, menimbulkan emosi kaum Muslimin. Mereka berkata, "Al-'Udhba terungguli!" Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya adalah haq bagi Allah untuk tidak mengangkat sesuatu dari dunia kecuali Dia telah meletakkannya".

Dari nash-nash ini cukup jelas bahwa Islam mensyari'atkan latihan berolahraga, latihan jihad seperti olehraga gulat, berolahraga lari, renang, mema­nah dan menunggang kuda, semua ini dimaksudkan agar umat Islam mengambil faktor-faktor yang menyebabkan kemuliaan, kemenangan dan kekuasaan. Di samping itu, agarindividu dan kelompok terdidik dalam pengertian kekuatan, ketangkasan dan jihad, sebagai pengamal firman Allah Tabaraka wa Ta'ala:

وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَااسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ ٠

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi".

Dan realisasi sabda Rasulullah saw:

اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اﷲِ مِنَ اَلْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

"Orang Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah".

Tak seorang pun yang menyangkal bahwa ketika musuh Islam mengetahui bahwa umat Islam telah siap dari segi militer dan persiapan perangnya, terbentuk kesehatan dan kekuatan jasmani­nya, sempurna iman dan spiritualn
ya, teguh keyakinan dan tekad­nya untuk berjihad, maka mereka akan gentar. Jiwanya gundah dan takut, sebelum mereka kalah di medan jihad. Inilah yang kini disebut sebagai 'perdamaian bersenjata', dan dipuji Rasulullah saw. ketika bersabda:

نُصِرْتُ بِالرَّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ ٠

"Aku diberi mujizat (hingga) musuh takut kepadaku dalam jarak perjalanan sebulan ".

Jika sang anak mendapatkan prioritas paling utama mengenai persiapan jasmani, pembentukan sikap jihad, pendidikan berolahraga, apakah ini berarti bahwa anak dalam lingkungan ini bertolak tanpa kendali dan batas, atau ia wajib terikat dengan metode yang mengenal batas dan berjalan padajalan yang telah ditentukan?

Pada dasarnya hubungan (ikatan) berolahraga untuk anak tidak akan memberikan buah yang diharapkan, tidak membawa kepada tujuan yang dicari, kecuali jika ia mengikuti metode yang telah ditentukan Islam.

Kesehatan, Mahkota Tak terlihat


Kesehatan ialah mahkota tak terlihat, dan tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya, kecuali mereka yang sakit.”


Pepatah Arab di atas kembali mengingatkan betapa berartinya sebuah kesehatan. Dan siapapun kita pasti mendamba hidup sehat, yakni terhindar dari pelbagai macam penyakit baik lahir maupun batin. Sehat memang nikmat dan kebahagiaan yang tidak terkira. Orang yang sehat tidur menjadi nyenyak, makan apapun terasa nikmat dan senantiasa semangat dalam beraktivitas.  Berbeda dengan orang sakit. Mereka cenderung sulit tidur, makan apapun serasa tak enak dan kurang bergairah dalam beraktivitas.


Umumnya orang baru sadar betapa berharganya kesehatan saat terserang suatu penyakit. Orang lalu sibuk berobat ke sana ke mari meski dengan biaya mahal sekalipun. Tak peduli harta benda habis yang penting mampu sehat kembali. Jauh-jauh hari Rasulullah mengingatkan agar kita menjaga kesehatan sebelum datangnya penyakit (preventif). Beliau mengajarkan untuk mencegah kemunculan penyakit ketimbang mengobati. Terbukti, selama hidupnya, Rasulullah sakit tak lebih dari tiga kali. Di tengah tugasnya yang begitu berat sebagai pemimpin negara, panglima perang, kepala keluarga, ayah, suami dan sebagainya, tetapi beliau tetap memiliki badan yang bugar dan prima.
 Sejauh ini ada ungkapan sehat itu mahal. Padahal yang benar ialah sebaliknya. Sehat itu murah, dan sakit itu mahal. Om tante yang sholeh dan sholehah tak perlu keluar banyak uang untuk menjaga kesehatan, sepanjang tahu ilmunya dan kemudian bersedia mempraktikkan. Sebenarnya, sehat atau sakit lebih banyak didi karenakankan faktor gaya hidup (life style). Gaya hidup yang salah berakibat pada menurunnya kualitas hidup (sakit). Sebaliknya, gaya hidup yang benar akan berdampak positif bagi kesehatan. Orang selalu dihadapkan pada dua pilihan, yakni kemampuaan sehat (health behavior) ataukah kemampuaan sakit (illness behavior).
Rasulullah ialah teladan yang sempurna dalam hal menjaga kesehatan. Tidak hanya kesehatan secara jasmani, tetapi juga mental, spiritual dan sosial (sehat secara holistikCara makan, tidur, berjalan, berolahraga, berdzikir, berdoa dan sebagainya ialah mutiara hidup sehat yang sayang jika tidak kita tiru.

Kita harus mensyukuri karunia kesehatan. Sehat ialah nikmat, namun banyak orang mengabaikannya, dan baru teringat saat tubuh ambruk terbaring di atas pembaringan. Kesehatan menjadi sesuatu yang sangat mahal, bahkan tak mampu dibeli dengan uang. Maka, pola hidup sehat harus senantiasa diterapkan. Dengan tubuh sehat, seseorang lebih banyak ibadah dan khusyuk dalam beribadah kepada Allah. Tak terkecuali para wanita muslim.

 Untuk beberapa alasan, bahkan kesehatan tubuh para muslimah merupakan sebuah topik yang sangat jarang dibicarakan di dalam komunitas masyarakat muslim. Kebanyakan mereka hanya mementingkan persoalan tentang kesehatan reproduksi, kecantikan fisik, menstruasi, kehamilan, dan lain sebagainya.

Lalu pesan apa yang semestinya ditangkap para muslimah tentang kehidupan sehari-hari mereka? Secara umum, segenap wanita muslim diberitahu agar menetap di dalam rumah mereka yang menjadi tempat terbaik dan paling aman, tanpa diragukan lagi. Banyak muslimah yang tinggal di apartemen-apartemen atau perumahan, namun mereka mengabaikan kesehatan tubuh mereka. Maka banyak dari mereka yang malas untuk beraktivitas, makan dan minum berlebihan, duduk berjam-jam di depan televisi dan internet. Hingga muslimah kadang identik dengan kemalasan, tubuh gemuk, doyan ngemil, dan lainnya.

Jika para muslimah tidak memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan berolahraga, maka mereka akan terjebak dalam kehidupan tidak sehat semisal ketidakteraturan makan, atau makan berlebihan, anorexia, dan bulimia (kelainan pola makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus).

…Jika para muslimah tidak memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan berolahraga, maka mereka akan terjebak dalam kehidupan ketidakteraturan makan, makan berlebihan, anorexia, dan bulimia…


Dengan demikian, sangat penting rasanya untuk menyampaikan pesan yang benar mengenai kesehatan kepada para wanita muslim. Dalam artian, pola makan benar dan teratur serta latihan dan berolahraga ialah bagian dari gaya hidup seorang muslimah. Tak perlu melakukan berbagai olahraga berat yang cenderung bertentangan dengan aturan syariat. Para muslimah dapat melakukan berbagai aktivitas olahraga atau gerakan-gerakan yang dapat membakar kalori, mengeluarkan keringat, dan membuat tubuh lebih fit. Begitu banyak bentuk olahraga yang selaras dengan gaya hidup Islami, dan dapat dilakukan wanita muslim, semisal berjalan 10 ribu langkah.

Ada bukti medis kuat yang menegaskan bahwa berjalan 10 ribu langkah setiap hari dapat memunculkan berbagai keuntungan kesehatan secara signifikan. Apabila hal itu dapat dilakukan setiap hari, maka bukan hanya mampu membuat Om tante yang sholeh dan sholehah merasa lebih baik dan berenergi dalam mengerjakan apa pun, tapi juga mampu mengurangi risiko munculnya penyakit-penyakit berbahaya seperti serangan jantung, kanker, diabetes, dan depresi.
Cara terbaik untuk mengukur langkah Om tante yang sholeh dan sholehah ialah dengan menggunakan pedometer (alat penghitung langkah). Pedometer sangat mudah digunakan, mudah didapat, dan tidak mahal. Namun apabila Om tante yang sholeh dan sholehah tidak memiliki pedometer, maka Om tante yang sholeh dan sholehah dapat mengikuti petunjuk di bawah ini untuk mengukur langkah Om tante yang sholeh dan sholehah:

1. Berjalan dengan kecepatan sedang selama 30 menit, setara dengan berjalan empat ribu langkah.
2. Berjalan dengan kecepatan sedang selama 45 menit, setara dengan berjalan 7.500 langkah.
3. Berjalan dengan langkah cepat selama 60 menit, setara dengan berjalan 10 ribu langkah.

Jika dihitung, maka rata-rata setiap orang berjalan 900-3000 langkah perhari selama mengerjakan aktivitas harian. Jika demikian, untuk mencapai 10 ribu langkah, maka Om tante yang sholeh dan sholehah harus mencari cara untuk mendapatkan langkah-langkah tambahan. Banyak cara yang mampu Om tante yang sholeh dan sholehah tempuh untuk mendapatkan langkah-langkah ekstra tersebut; Om tante yang sholeh dan sholehah dapat berjalan di atas treadmill atau berjalan di taman di lingkungan tempat Om tante yang sholeh dan sholehah tinggal bersama teman-teman atau anggota keluarga Om tante yang sholeh dan sholehah, sembari mendengarkan kaset ceramah-ceramah keislaman. Jika harian dianggap terlalu berat, maka buatlah jadwal sebanyak tiga kali setiap pekan.

Berjalan kaki tidak hanya membuat Om tante yang sholeh dan sholehah menjadi lebih bugar dan berenergi, tapi juga jika Om tante yang sholeh dan sholehah merencanakan untuk berangkat haji atau umrah, maka hal tersebut menjadi latihan terbaik agar nanti menjadi biasa untuk berjalan jauh. Rasulullah pun Hidup Sehat dan Berolahraga Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata,

“Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah; roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Tapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.”

Bahkan Rasulullah tak jarang mengajak istrinya beliau untuk melakukan aktivitas yang menyehatkan tubuh. Rasulullah pernah mengajak istrinya, Aisyah, untuk berlomba dengan beliau. Aisyah mengisahkan, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!”
…Nabi Muhammad dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, bahkan Rasulullah tak jarang mengajak istrinya beliau untuk melakukan aktivitas yang menyehatkan tubuh...

Para shahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, dalam sebuah riwayat disebutkan: ”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.” Suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau,
wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata, “Marilah kita mulai.” Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, ”Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.”(HR Ahmad dan Abi Dawud)

Olahraga sangat berguna untuk kesehatan. Dengan berolahraga teratur, terukur dan bersifat aerobik akan memberikan banyak manfaat. Antara lain mencegah kegemukan dengan segala dampak negatifnya, menguatkan dan lebih mengefisienkan kinerja otot-otot tubuh, seperti otot jantung, otot pernafasan dan otot-otot rangka tubuh, dan lebih melancarkan aliran darah ke dalam sel-sel tubuh, dan pembuangan bahan-bahan sisa dari sel-sel tubuh menjadi lebih baik.

…Jadikan kesehatan sebagai batu loncatan agar kita dapat beribadah
maksimal…
 
Ketidakseimbangan dalam pola dan gaya hidup akan banyak berdampak pada kenyamanan hidup kita dan proses ibadah kita kepada Allah. Jadikan kesehatan sebagai batu loncatan agar kita dapat beribadah maksimal. sekian semoga bermanfaat.