Rabu, 15 April 2015

pra RAPAT DAN PAWAI AKBAR 2015 | HIZBUT TAHRIR INDONESIA | BERITA RPA 2015

 MENJELANG RAPAT DAN PAWAI AKBARI MEI 2015... banyak acara pemanasannya..

#IndonesiaKitaTerancam penjajahan gaya baru dan paham kebebasan gaya baru, itulah tema yang diangkat dalam Tabligh Akbar DPC Tanah Abang DKI Jakarta, Ahad (12/04). Tabligh Akbar yang berlangsung selama 3 jam tersebut menghadirkan dua pembicara, yaitu KH Ahmad Zaenuddin Qh dan Ustadz Irwan Saifullah. Tabligh Akbar yang bertempat di Masjid Baiturrahman Tebet Jakarta Selatan dihadiri berbagai kalangan dengan sajian multimedia dan Infografis yang terpampang di pintu masuk registrasi peserta.

Tabligh akbar dimulai dengan sambutan oleh Ustad Derri Dusturi lalu dilanjutkan materi tentang Neo-Liberalisme dan Neo-Imperialisme yang mengancam Indonesia oleh KH Ahmad Zaenuddin Qh.

“Kekayaan Indonesia yang melimpah luar biasa baik minyak gas, hasil hutan di negeri ini, tapi dengan undang-undang yang dibuat wakil rakyat, hari ini dikuasai asing. Padahal itu seharusnya hak warga negara. Warga negara yang seharusnya menerima dan menikmati hasil tersebut justru dipalak untuk membiayai operasional negara. Maka kemiskinan terjadi dimana-mana”, tambahnya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (TQS Ar-Rum : 41)”

KH Ahmad Zaenuddin menjelaskan bahwa kemaksiatan kemaksiatan itulah yang menyebabkan kerusakan. Kemaksiatan itu ada kemaksiatan cabang dan kemaksiatan asal. Kemaksiatan asal atau induk yaitu tidak diterapkannya hukum Allah, dan mengambil yang lain seperti kapitalisme, sekulerisme dan liberalisme. Itulah yang menyebabkan kemiskinan, kerusakan moral, dan begal meraja lela.

Pembicara kedua, Ustadz Irwan Saifullah lalu menjelaskan bahwa Indonesia akan tetap neoliberalisme di tangan Jokowi, bahkan makin kokoh dan neo-imperialisme kian mencengkeram. Hanya khilafah-lah yang mampu menghentikan riba (hutang luar negeri Indonesia), dan gaya hidup yang makin liberal dan rusak., karena hanya dengan khilafah-lah Indonesia bisa menjadi kuat dan hebat. Ustadz Irwan menjelaskan bahwa khilafah itu adalah wajib bukan boleh dan bahkan telah disepakati oleh kalangan ahlussunnah, syiah, murjiah dan bahkan khawarij.

“Khilafah adalah munaffidz al-syari’ah (sistem yang menjamin hukum Islam bisa diterapkan secara sempurna), muwahhid al-ummah (sistem yang menyatukan ummat) dan hâris li al-muslimîn wa dînihim, wa amwâlihim wa damihim (sistem yang mampu melindungi aqidah, darah, kehormatan dan kekayaan kaum Muslimin).”, terangnya

Tabligh Akbar diakhiri dengan doa dan ajakan kepada seluruh peserta untuk menghadiri Rapat dan Pawai Akbar 1436 H yang akan diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia.[]MI Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar